Berita 2016-07-22 12:55:16

Tata Cara Pengisian Laporan Masalah Kontruksi Penanaman Modal

TATA CARA PENGISIAN
LAPORAN MASALAH KONSTRUKSI
PENANAMAN MODAL

 
  1. Keterangan Perusahaan
    1. Nama Perusahaan : Diisi sesuai nama yang tercntum dalam Anggaran Dasar Perseroan dan pengesahaan dari Menteri Hukum dan HAM, atau sesuai Persetujuan Menteri Hukum dan HAM atas Perubahaan Anggaran Dasar Perseroan.
      • Akta Pendiri Diisi nomor dan tanggal akta pendiri perusahaan.
      • Nama Notaris : Diisi nama notaris yang membuat akta.
      • Pengesahan Menteri Hukum dan HAM : Diisi nomor dan tanggl pengesahaan dari Menteri Hukum dan HAM.
    2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : Diisi sesuai NPWP dari Direktorat Jendral Pajak.
    3. Bidang Usaha : Diisi sesuai dengan bidang usaha yang tertanctum dalam pendaftaran penanaman modal/persetujuan penanaman modal.
    4. Alamat lokasi proyek : Diisi dengan nama gedung, nama jalan, kota-nomor kode pos, nomor telepon, faksimili dan e-mail. Kantor pusat perusahaan merupakan tempat dan kedudukan perusahaan (Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas).
      Apabila terdapat perubahan Keterangan Peruahaan sebagaimana disebutkan diatas, perusahaan harus mengajukan perubahan izin Prinzip/Peluasan Penanaman Modal
 
  1. Perizinan dan Non Perizinan Penanaman Modal yang Dimiliki
       Diisi perizinan yang dimiliki oleh perusahan berdasarkan bidang usaha sesuai nomor dan tanggal izin-izin dan non perizinan yang telah diperoleh baik dari instansi pusat maupun daerah.
  2. Realisasi Investasi
    1. Nilai realisasi investasi untuk penanaman modal dalam negri dalam mata uang Rupiah (Rp) dan penanaman modal asing dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (US$). Untuk realisasi dengan satuan mata uang Dollar harus mencantumkan nilai setaranya dalam mata Uang Rupiah.
 
  1. Realisasi modal tetap dihitung atas nilai perolehannya :
    1. Realisasi Periode Pelaporan adalah nilai realisasi investasi per 3 (tiga) bulan sesuai periode pelaporan (Triwulan I/II/III/IV). Nilai realisasi investasi ini merupakan nilai perolehan bukan nilai pembukuan perusahaan.
    2. Total akumulasi realisasi sampai dengan Periode Pelaporan adalah nilai realisasi investasi yang merpakan wujud dari kegiatan nyata yang secara kumulatif terhitung sejak perusahan mendapatkan Izin Prinzip/Perusahaan Penanaman Modal sampai dengan periode pelaporan yang terkini.

  1. Komponen Realisasi terdiri :
    • Komponen pembelian dan pematangan tanah adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengadaaan termasuk biaya pematangan tanah.
    • dalam komponen bangunan gedung/termasuk bangunan pabrik, gudang dan prasarana yang ada dalam lokasi proyek.
    • Dalam komponen mesin/peralatan termasuk suku cadang (spareparts), baik yang diimpor maupun pembelian lokal termasuk peralatan pencegahan pencemaran lingkungan.
    • Dalam komponen lain-lain termasuk alat angkutan, peralatan kantor, inventasi kantor dan biaya studi kelayakan.
    • Modal kerja diisi dengan nilai realisasi pengeluaran untuk bahan baku/penolong, gajih/upah karyawan dan biaya overhead perusahaan pada saat akan/siap melakukan produksi/komersial
  1. Rencana investasi (baik modal tetap dan modal kerja) sebagaimana ditetapkan dalam Izin Prinsip/Peluasan Penanaman Modal, menjadi dasar dalam merealisasi investasi secara bertahap. Apaila Nilai realisasi investasi perusahaan menyebabkan penambahan jumlah kapasitas produksi/jasa yang tertera dalam Izin Prinsip/Peluasan Penanaman Modal, maka perusahaan harus mengajukan perubahan Izin Prinsip/Peluasan Penanaman Modal tersebut.
 
  1. Realisasi Mesin dan Peralatan
       Realisasi mesin dan peralatan merupakan nilai realisasi pengadaan mesin dan peralatan pada periode pelaporan, yang terdiri atas :
    1. Pengadaan dalam negeri, yaitu nilai realisasi pengadaan mesin/peralatan yang diuat/dibeli dari dalam negeri.
    2. Impor atau pengadaan dari luar negeri, yaitu nilai realisasi pengadaan mesin/peralatan dari luar negeri baik yang menggunakan fasilitas pabean atau tanpa menggunakan fasilitas pabedan
  2. Penggunaan Tenaga Kerja
    1. Tenaga kerja perusahaan diisi dengan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)/bagi pegawai tidak tetap dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)/ bagi pegawai tetap dengan perusahaan.
    2. Tenaga kerja pihak tiga atau kontraktor diisi dengan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)/ bagi pegawai tidak tetap dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tentu (PKWTT)/ bagi pegawai tetap dengan perusahaan pihak ketiga atau kontaktor yang merupakan tenaga kerja pembangunan (erector), musiman dan borongan.
 
 
  1. Tenaga kerja asing diisi dengan tenaga kerja asing yang dipekerjakan dan tela memperoleh Izin Kerja Tenaga Asing (AMTA)
  2. Jumlah tenaga kerja yang dicatat merupakan jumlah tenaga kerja pada saat periode pelaporan.
  1. Permasalahan yang Dihadapi Perusahaan
       Diisi dengan permasalahan dan hambatan yang ditimbulkan dalam pelaksanaan proyek, seperti masalah tanah, masalah ketenagakerjaan, masalah pemasaran dan upaya yang telah dilakukan serta saran/usulan penyelesaian. Baik kolom yang tersedia tidak mencukupi dapat dibuat dalam lembar terpisah.
       Laporan disusun dan ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan dengan mencantumkan nama jelas dan jabatan, serta distempel perusahaan.

PERIODE PELAPORAN
Diisi dengan kewajiban tahun laporan dibuat
Diisi dengan tanda (v) pada sesuai periode laporan Semester
  1. Keterangan Perusahaan
    1. Nama Perushaaan : Diisi sesuai nama yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan dan pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM, atau sesuai Persetujuan Menteri Hukum dan HAM atas Perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
    2. Izin Usaha : Diisi sesuai nomor dan tanggal izin usaha.
    3. Bidang usaha : Diisi sesuai dengan bidang usaha yang tertancum dalam pendaftaran penanaman modal/izin perinsip penanaman modal/persetujuan penanaman modal atau Izin Usaha/Izin Usaha Tetap.
    4. Lokasi Proyek : Diisi sesuai dengan lokasi keberadaan proyek alamat lengkap nama jalan, kelurahan/desa, kabupaten/kota, dan provinsi telepon serta faksimili.
    5. Alamat korespndensi : Diisi dengan nama gedung, nama jalan, kota, nomor kode pos, nomor telepon, faksimili dan e-mail.
 
  1. Realisasi Investasi
    1. Nilai realisasi investasi untuk penanaman modal dalam negeri dalam mata uang Rupiah (Rp) dan penanaman modal asing dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (US$). Untuk realisasi dengan satuan mata uang Dollar harus tercantum nilai setaranya dalam mata uang Rupiah.
    2. Untuk proyek penanaman modal asing merupakan alih status yang dalam izin usaha/persetujuan nilai investasinya dinyatakan dalam Rupiah (Rp).
    3. Realisasi investasi modal tetap dan modal kerja diisi sesuai dengan nilai yang tercantum dalam nilai perolehannya.
    4. Apabila terdapat tambahan selama periode laporan agar dicantumkan nilai tambahan investasi baik untuk modal tetap maupun modal kerja.

  2. Pengunaan Tenaga Kerja
    1. Tenaga kerja perusahaan diisi dengan jumlah Tenaga kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)/ bagi pegawai yang tidak tetap dan Perjanjian Waktu Kerja Tidak Tertentu (PKWTT)/ bagi pegawai tetap dengan perusahaan.
    2. Tenaga kerja pihak ketiga atau kontraktor diisi dengan jumlah Tenaga kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA) berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)/ bagi pegawai yang tidak tetap dan Perjanjian Waktu Kerja Tidak Tertentu (PKWTT)/ bagi pegawai tetap dengan perusahaan pihak ketiga atau kontraktor yang merupakan tenaga ekrja pembangunan (erector), musiman dan borongan.
 
  1. Tenaga asing diisi dengan tenaga kerja asing yang dipekerjakan dan telah memperoleh Izin Kerja Tenaga Asing (IMTA).
  2. Jumlah tenaga kerja yang dicatat merupakan jumlah tenaga kerja pada saat periode pelaporan.
  1. Realisasi Impor Barang dan Bahan Sesuai dengan API-P/API-U
       Realisasi impor pada periode laporan dengan menggunakan fasilitas API-P atau API-U.

  2. Produk/Jasa dan Pemasaran
    1. Kolom jenis Barang/Jasa : Diisi jenis barang/jasa sebagaimana tercantum dalam izin usaha/persetujuan pertama atau peluasannya atau alih status perubahannya.
    2. Satuan diidi dengan satuan yang tercantum dalam izin usaha/persetujuan pertama atau peluasannya atau alih status perubahannya.
    3. Kolom Kapasitas Izin : Diisi sesuai dengan yang tercantum dalam izin usaha/persetujuan.
    4. Kolom Kapasitas Terpasang : Diisi sesuai kapasitas mesin/peralatan yang dioperasikan secara opitmal atau ebrdasarkan shift kerja.
    5. Realisasi peroduk diisi berdasarkan jumlah produksi yang dihasilkan dalam satu tahun periode laporan. Apabila kapasitas produksi melebihi 30% dari kapasitas terpasang yang dicantumkan dalam Izin usaha, maka atas kelebihan kapasitas tersebut diwajibkan mengajukan perluasan proyek.
    6. Kolom Nilai Ekspor : Diisi berdasarkan realisasi ekspor, perusahaan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (US$) selama periode pelaporan.

  1. Kewajiban Perusahaan
    1. Lingkunga
         Kewajiban lingkungan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam izin usaha/persetujuan atau ketentuan peraturan perundang-undangan, terdiri dari :
      1. Wajib Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) bagi kegiatan usaha yang mempunyai dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup diisi dengan nomor dan tanggal Penetapan Keputusan Kelaykan Lingkungan Hidup dari Komisi AMDAL, Pusat atau Daerah.
      2. Wajib Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) bagi kegiatan yang tidak mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup diisi dengan nomor dan tanggal rekomendasi UKL/UPL
 
  1. Kemitraan
      &bsp;Kewajiban kemitraan sesuai dengan ketentuan bidang usaha yang ditetapkan/dipersayatkan dalam izin prinsip/persetujuan penanaman modal yang diisi dengan jenis kemitraan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan usaha kecil/menengah.
  2. Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia
       kewajiban perusahaan yang menggunakan tenaga kerja Indonesia untuk melakukan pelatihan dalam rangka transper teknolohi kepada tenaga kerja Indonesia diisi dengan jenis pelatihan dan jumlah tenaga kerja yang dilath.
  3. Tanggung Jawab Sosial (CSR)
       Diisi apabila terdapat tanggung jawab lain-lain yang dipersayatkan sesuai lokasi proyek atau bidang usaha yang dilakukan.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PERUSAHAAN
   Diisi dengan permasalahan dan hambatan yang timbul dalam pelaksanaan proyek, seperti masalah pertanahan, masalah ketenagakerjaan,
  masalah pemasaran dan upaya yang telah dilakukan serta saran/usulan penyelesaian. Bila kolom yang tersedia tidak mencukupi dapat dibuat dalam lembaran terpisah.
   Laporan disusun dan ditandatangani oleh penanggung jawab perusahaan dengan mencantumkan nama jelas, jabatan, serta stempel.*